Home » POLITIK » Begitulah jika percaya Angka
Jun
02

Notonogoro.com

Bangsa ini memang sangat jelas dekat dan percaya dengan makna simbul berbau mistis. Apapun yang terjadi di alam semesta ini, khususnya di wilayah Indonesia, selalu saja di kaitkan dengan adanya sesuatu dari alam untuk bangsa ini. demikian juga dengan makna angka terhadap sesuatu hajat tertentu. Baik satu digit maupun dua digit tetap saja dicarikan makna tersembunyinya. Tidak ada satupun yang tidak peduli dengan angka yang diperolehnya. Tidak ada satupun yang tidak bisa mengkaitkan angka tersebut dengan masing-masing hajat yang dilakukan. Selalu saja ketemu kait mengkaitnya. Selalu saja ada hubungan symbol dan maknanya. Bahkan tidak pernah lepas dari kata Tuhan sebagai sang Pemberi symbol angka tersebut. ada yang langsung bahagia dengan angka yang diperoleh dan ada yang langsung down atas angkanya yang kemudian dicarikan pembenaran angka tersebut agar tidak berdampak negative.

Demikian juga yang terjadi kemarin ini pada saat pemilihan dan penetapan nomor urut pasangan Pilpres 2104. Sangat dapat dipastikan segenap pihak yang terlibat larut dalam makna simbul angka yang diperebutkan tersebut yaitu angka satu dan angka dua. Menariknya bukan hanya pasangan Capres dan Cawapres saja tetapi KPU nya juga larut dalam makna simbul angka tersebut. dengan sangat yakin salah satu komisioner KPU menyebutkan bahwa ini adalah terobosan baru KPU dalam proses Pilpres yang selama ini dilakukan. Apa itu? Diawali dengan masing-masing Cawapres untuk memilih satu angka dan angka yang paling besar mendapat kesempatan pertama untuk memilih nomor urut pasangan Pilpresnya. Jelas ini adalah permainan dan pengakuan dari makna simbul angka tersebut.Padahal cara yang paling mudah adalah cara pengundian saja yang melibatkan KPU sendiri dan setiap pasangan hanya melilhat dan menerima hasilnya saja. tetapi inikan dibuat rumit demi symbol klinis yang dipertahankan.

 Tentu pada saat JK mendapat angka 8 yang lebih besar dari angka 4 nya Hatta tersirat betapa bahagianya JK denan angka tersebut dan tersirat betapa tidak nyamannya Hatta dengan angka 4 nya. Tidak salah jika pasangan dan tim sukses Jokowi-JK langsung berpikiran kami memang lebih besar dari Prabowo-Hatta.  Bahkan dengan selisih angka yang cukup besar. senyum semeringah menghias kubu Jokowi-Jk dan rasa kecut menyelimuti kubu Prabowo-Hatta. Masing pada sibuk berbisik-bisik diantara mereka tentang perolehan angka 8 dan 4 ini. senang dan senep bertebaran dalam ruang KPU tersebut.

Kemudian dengan gagah dan bermakna agamais, Jokowi maju dan berdoa sebelum mengambil salah satu gulungan yang ada dalam kotak kaca tempat menyimpan dua gulungan berisi angka 1 dan 2. Doa Jokowi adalah syah dan wajar dilakukan. Pertanyaannya adalah kok pakai berdoa segala hanya untuk memilih angka saja? jadi jelas betapa Jokowi sebagai orang Jawa Tulen sangat percaya dengan makna simbul angka. Tentu dia berdoa untuk mendapatkan angka terbaik untuknya. Atau dia menyerahkan kepada Tuhan untuk memilihkan untuk dia. Atau dia memohon mendapat nomor 1 tetapi nomor 2 juga tidak apa-apa jika itu kehendak Tuhan. jadi jelas ada harapan khusus sendiri tetapi ada keraguan sendiri yang akhirnya Tuhan di bawa-bawa. Artinya ketidak yakinan sesungguhnya ada dan kuat sekali.Pada saat dibuka dan ternyata mendapat angka 2 maka aura kaget dan kurang nyaman langsung menyebar dari kubu Jokowi-JK. Mau ditutupi dengan istilah angka keseimbangan atau apapun yang jelas energy tidak bahagia terasa sekali menyebar dengan sangat kuatnya. Dengan kata lain sesungguhnya kubu ini menginginkan nomor 1 sebagai nomor pasangan Pilpres mereka.

Kalau sudah begini maka sesuai dengan kemungkinan isi doa diatasnya maka semuanya langsung dikaitkan dengan keputusan Tuhan. ini dilakukan justru menunjukan mereka mutlak berharap mendapat nomor 1 tetapi harapan mereka tidak dipenuhi oleh Tuhan. mereka tidak mau mengakui ini maka mereka sibuk berkelit dengan bemper nama Tuhan. bisa dibayakan apa yang akan kelompok ini lakukan jika mereka mendapatkan angka 1. Pasti angka 1 ini akan dijadikan senjata utama dalam kampanye mereka. Semua rumusan makna berdasar perolehan angka lebih besar (8  > 4) dengan angka perolehan angka 1 akan dipakai sebagai jargon mantap luar biasa. Namun sayangnya scenario ini tidak berjalan “karena Tuhan tidak memberikan angka 1 kepada meraka” dan mereka menyatakan “Tuhan memberikan angka 2 sebagai angka Tuhan untuk mereka”. Ajaib dan hanya ngeles semata….

Awalnya mereka berharap mendapat angka 1 dan akan digunakan sebagai “simbul Tuhan yang berpihak kepada mereka” tetapi sekarang mereka berjuang keras menyatakan bahwa “Tuhan memberi angka 2”. Mereka tidak menyatakan Tuhan tidak mengabulkan doa dan harapan mereka….

Jadi sebenarnya Tuhan berpihak kepada siapa ya…..

Apakah dari angka-angka tersebut dapat disimpulkan keberpihakan Tuhan?

Yang pasti kelompok Jokowi-JK tidak mau mengakui keberpihakan Tuhan melalui simbul angka ini..kenapa? karena alam bawah sadar mereka menyatakan “Angka 1 adalah simbul keberpihakan Tuhan”…

Nah luuuu…

, , , , , , , , , ,

Comments are closed.