Home » HUKUM, SOSIAL » Kriminalisasi profesi dokter
Nov
26

Notongoro.com

Sekarang sedang ramai dibicarakan ditengah masyarakat kita mengenai kriminalisasi prefesi dokter. Penyebabnya adalah di tahannya tiga orang dokter yang dinilai oleh Mahkamah Agung telah melakukan Mal praktek dan mengakibatkan korban meninggal. Segenap dokter jelas melakukan protes atas keputusan hukum ini. tidak sedikit juga yang mendukung perjuangan para dokter ini. bahkan bisa dikatakan tidak ada orang atau kelompok yang mendukung keputusan Mahkamah Agung ini. mungkin keluarga korbanpun tidak pada posisi mendukung keputusan ini karena mereka hanya menuntut keadilan yang dapat dimaknai sebagai pembuktian secara procedure dan hukum  atas tindakan medis yang dilakukan para dokter tersebut. mereka tidak pernah menyatakan untuk menghukum seberat-beratnya dokter-dokter tersebut. mereka juga tidak pernah menyatakan bahwa keluarga mereka dibunuh oleh dokter.  Jadi semata-mata hanya ingin mendapat kejelasan dari sisi yang berbeda oleh kelompok diluar kelompok dokter atau rumah sakit. Jadi jelas ada cara pandang yang berbeda dalam kasus ini.

Dibelahan dunia manapun tidak ada kasus dokter dipenjara atas tindakannya selama tindakan tersebut dilakukan sesuai dengan standard operating procedure yang ada. Yang ber hak melakukan penyelidikan atas dugaan terjadinya Mal praktek seharusnya adalah komisi etik kedokteran. Komisi inilah yang sangat mengetahui dari hulu sampai hilir procedure kedokteran. Komisi jelas mutlak memegang janji dan sumpah jabatannya. Artinya jika sudah sesuai dengan procedure maka selesailah kasus dugaan mal praktek tersebut tanpa ada tindakan hukum lebih lanjut. Jika suatu tindakan sudah diluar SOP barulah kemudian ada sanksi etik dari komisi etik tersebut dan bisa dibawa ke ranah hukum. Tahapannya jelas seperti itu dan tidak boleh bertentangan satu dengan yang lain karena proses hukum adalah kelanjutan dari siding komisi etik.

Masalahnya sekarang ini tidak ada Undang-undang yang mengatur hal tersebut. jadi siapapun bisa melaporkan ke penegak hukum jika merasa dirugikan oleh tindakan dokter apapun hasil dari sidang kode etik. Tidak puas ya lanjut ke pengadilan umum.   Hal ini lah yang menyebabkan Makhamah Agung memutuskan penjara bagi para dokter tersebut. jelas merupakan keputusan yang bertentangan antara komisi etik dengan Mahkamah Agung. Sangat disayangkan hal ini terjadi sekarang ini hanya karena adanya ruang untuk melakukan hal tersebut. Mahkamah Agung tidak salah dalam keputusannya karena sudah sesuai dengan perundangan yang ada.

Jadi yang seharusnya dilakukan adalah perubahan perundangan terkait profesi dokter yang menjadikan hasil sidang komisi etik sebagai dasar proses hukum selanjutnya jika diperlukan. Karena tanpa aturan yang mengatur hal ini maka besar kemungkinan para dokter akan mogok profesi atau mogok mengambil tindakan untuk pasiennya. Bayangkan gejolak apa yang akan terjadi ditengah masyarakat jika para dokter melakukan mogok profesi.

Namun demikian seharusnya para dokter dengan alasan apapun tidak boleh melakukan mogok. Jelas itu melanggar sumpah profesi mereka. Memang sih tidak bisa dituntut tetapi hati nurani seharusnya dijadikan dasar dalam mengambil tindakan. Boleh mendukung sesame dokter tetapi tidak boleh kompak merugikan masyarakat. Kalau semua yang memiliki profesi khusus bisa dan boleh melakukan mogok profesi maka akan menimbulkan gejolak ditengah masyarakat apalagi masyarakat tidak punya pilihan lain atas mogoknya satu profesi tersebut. janganlah adu kuat seperi itu. Janganlah menjadikan kekhususan profesinya dijadikan alat tawar dengan mengorbankan masyarakat. Ingat…bukan masyarakat yang menghukum dokter… ingat bukan hakim yang memenjarakan doker.. perangkat perundanganlah yang memaksa hal ini terjadi. Oleh karena perbaiki perundangan yang ada.

Selama proses perbaikan akan dan sedang dilakukan maka sebaiknya ada penundaan atau penangguhan penahanan dokter-dokter tersebut sampai dengan usaha peninjauan kembali dilakukan. Yang penting rasa keadilan masyarakat sudah terasa dan dirasa oleh semua pihak. Maka selebihnya adalah memperbaiki dan mencegah hal itu terulang kembali…

, , , , , , , , ,

Comments are closed.