Home » EKONOMI, POLITIK » Masih menyedihkan
Jul
18

Masih menyedihkan

Notonogoro.com

Situasi dan kinerja pemerintah memang jauh dari kata memuaskan. Masiih terlalu banyak bolongnya. Walaupun sudah 9 tahun usianya tetapi tetap saja arah dan target yang dicapai masih sekedar jelas diatas kertas. Selebihnya adalah lemah dalam implementasi.lemah dalam operasional dilapangan. Sebenarnya hal ini wajar saja terjadi. Kenapa? Sejarah menunjukan jika orang pintar selalu lemah dalam implementasi. Bukan sekedar isapan jempol tetapi hal ini adalah fakta yang ada di dunia ini. bukan hanya terjadi pada level kepemimpinan suatua Negara tetapi juga terjadi pada level RT sekalipun. Tidak ada satu ilmu tentang kepemimpinan yang mensyaratkan pemimpin yang baik adalah pemimpin yang pintar dan tahu segalanya. Pemimpin yang hebat adalah pemimpin dengan gelar master di pendidikan formalnya. Tidak ada dan memang tidak ada yang mensyaratkan seperti itu.

Jadi bukannya kita akan menghakimi SBY karena beliau adalah manusia pintar dengan pendidikannya yang tinggi tetapi lemah dalam implementasi. Tidak hanya itu. Tetapi lebih kepada kepemimpinan itu sendiri.  wajar saja jika kita menjadikan fakta kinerja di pemerintahan sebagai contoh kasus kerena contoh itulah yang paling mudah dirasakan dan dimengerti oleh segenap kita semua.  Pemerintahan sekarang ini sangat dikenal dengan kelambatannya, juga dikenal dengan ketidak kompakannya, pada sisi lain juga dikenal dengan ketidak tegasannya. Mau dibantah dengan dan oleh siapapun jelas ini adalah fakta yang ada. Terlalu banyak contoh yang bisa disampaikan yang sejujurnya pasti di amini oleh segenap kita.

Yang paling anyar tentunya kaitan dengan kenaikan harga bahan pokok yang sekarang meraja lela tanpa kendali pasca kenaikan harga BBM subsidi. Bagaimana mungkin untuk kesekian kalinya bangsa ini babak belur diserang oleh cabai, bawang, ayam, sapi dan sebagainya. Berantakan dihajar oleh harga kebutuhan pokok ini padahal semua sudah tahu kondisi cuaca saat ini dan bukan puasa yang segera akan hadir pada saat itu. OK lah jika dikatakan sudah dipikirkan dan sudah diputuskan dengan baik dan benar semua langkah yang harus dilakukan untuk mencegah kenaikan harga. Tetapi kembali faktanya adalah lemah dalam implementasi. Serba salah kan jadinya. Dibilang o’on nggak mikiran segala situasi dan dampaknya mereka marah dan dengan gagah bilang semua sudah disiapkan dengan jelas.  Dibilang lemah dalam implemenasi dan jago diatas kertas saja mereka marah dan dengan gagah bilang semua butuh waktu dan koordinasi. Jadi mau dibilang apa sih sebenarnya pemerintah kita ini….

Andaikan pemerintah ini dipimpin oleh pemimpin yang sejati dalam artian cepat tanggap, cepat rasa, cepat mikir, cepat putuskan, cepat  bertindak dan kuat pengawasannya maka semua ini tidak akan pernah terjadi, walaupun pemimpin tersebut hanya S1 saja.  Rasakan Soekarno dan Soeharto, enak dan mantap kan?… yang dibutuhkan bukanlah kerja keras tetapi yang harus dilakukan adalah kerja smart. Semua tertata end to end nya. Tolok ukur nya jelas. Semua tahu apa yang menjadi tanggung jawabnya dan apa yang harus dilakukan. Jadi bukan hanya sibuk rapat kabinet dan stop dititik itu saja. Kebawahnya lemah dan tidak jelas.

Apa jadinya? Bayangkan saja kok ada mentri BUMN sibuk mikirin tanam cabai pakai teknologi. Mentri  BUMN kok sibuk rapat dengan ahli pertanian ngurusin kerjaan yang tidak ada hubungan inti kerjanya. Memang sih ada BUMN yang berhubungan dengan pertanian tetapi tentang pertanian itu sendiri adalah urusannya mentri pertanian. Supply barang adalah urusan mentri perdagangan. Inflasi adalah urusan mentri keuangan dan BI. Jadi sudah ada wilayah masing-masing. Jadi jika BUMN mau ngurus pertanian maka instruksi apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya datang dari kementrian pertanian.  Jadi Kementrian BUMN hanya menbantu program kementrian pertanian yang notabene adalah program pemerintah. Kalau yang terjadi sekarang ini kan acak kadul. Tentu saja apa yang dilakukan oleh mentri BUMN ini menimbulkan friksi di internal pemerintahan. Apalagi pak Dis bilang bahwa dia malu kok cabe bisa bikin inflasi. Jadi mereka yang waras pasti sangat tersinggung dengan pernyataan pak Dis ini. adakah yang berani melawan? Tentu tidak karena pasti akan ramai jika ada yang menjawab statement tersebut.

Itulah gaya pak Dis yang dikenal selama ini. itulah pemimpin yang dimaksud pemimpin kuat dan tidak terlalu pintar (dalam artian nggak usah kelamaan kuliah nya). Cepat dan cepat, baik “rasa” sebagai dasar untuk membuat perencanann maupun “ karsa” dalam mejaga implementasinya. Siapa lagi? Jokowi dan Ahok. Siapa lagi? Tentu masih banyak yang bisa kita sebut tetapi yang ada dipemerintahan baik pusa dan daerah memang mereka saja yang ngetop, sedang manggung dan menjadi panutan gaya kepemiminan sejati yang dibutuhkan oleh Negara ini. jelas kita butuh manusia-manusia seperti ini dalam membangun bangsa dan Negara ini kedepannya. Kita tidak butuh pemimpin yang acak kadul seperti yang ada sekarang ini namun sudah terlanjur.

Jadi jelas memang masih sangat menyedihkan pemerintahan ini dan semoga 2014 akan lahir pemimpin sejati disemua lini kehidupan berbangsa dan bernegara agar Indonesia kembali mentas dengan jati dirinya… amiiinnnnn

, , , , , , , , , , ,

Comments are closed.