Home » BUDAYA, EKONOMI, HUKUM, POLITIK » Mulai dari sekarang atau Alam punya cara sendiri
Dec
22

Notonogoro.com

Sebagaimana pada tajuk Notonogoto \”Geram Hukum dan geram apa lagi ya..\” bahwa sesungguhnya rakyat sudah mulai menuntut untuk tampilnya pemimpin yang sejati untuk memimpin Indonesia menjadi negara Gemah Ripah Loh Jinawi dan memainkan peranan penting di dunia ini. Sesabar-sabarnya rakyat tapi kalau tiap hari disajikan lakon yang memalukan dari para pemain di eksekutif, yudikatif dan legislatif ya pasti muak dan marah juga. Apakah mereka berpikir tidak akan tersentuh oleh hukum karma, apakah mereka berpikir akan terus berkuasa, apakah mereka berpikir rakyat tetap bodoh, apakah mereka berpikir alam akan diam dan duduk manis saja? Sedikit demi sedikit rasa kesal, marah dan frustasi rakyat akan semakin menumpuk dan menunggu puncaknya untuk meletus. Pasti ada batasnya sabar itu.

Lalu apa yang bisa kita perbuat untuk membantu Indonesia ini. Hanya ada dua cara yaitu cara negatip dan cara positip. Cara negatip misalnya adalah melakukan apa yang sedang dilakukan oleh rakyat Mesir dan Sudan atau mungkin Philipina. Melakukan sesuatu seperti apa yang dilakukan pada saat menumbangkan rezim Orba. Kenapa disebut negatip? Karena cara ini jelas membutuhkan sumber daya yang sangat besar sekali. Untuk dana mungkin tidak masalah karena rakyat pasti mau membantu. Tetapi untuk tenaga, pikiran dan nyawa bukanlah hal yang sederhana. Apalagi dampak terhadap ekonomi kita yang pasti akan sangat menyedihkan. Apakah kita akan mengulangi cara yang pernah kita lakukan sebelumnya? Itu adalah satu pilihan.

Cara positip adalah cara yang tidak mengandalkan kekuatan demo phisik semata. Tetapi lebih mengandalkan pada gerakan moral tertata dan bersatu. Sekarang ini sudah banyak organisasi apapun namanya yang terlibat dalam mengawasi atau mengkritisi semua lembaga negara. Mereka berdiri sendiri-sendiri dan berjuang sendiri-sendiri. Pengalaman juga menunjukan bahwa pemanfaatn media internet sangat efektif dalam memberikan dan menyebarkan dukungan atas suatu perjuangan. Cara-cara ini jelas tidak menguras phisik dan resiko terluka atau meninggal karena kekerasan dari aparat dapat dihindari.

Tetapi cara positip ini juga harus ada pemimpinnya, maksudnya harus ada yang menyatukan sehingga tidak hilang arah dan tujuan perjuangannya. Ibarat perusahaan maka harus ada holding companynya. Holding ini yang membuat semua strategi dan scenario aksi positip tersebut. Nama holding company tersebut misalnya MEMBUMI (membangun etika dan moral bangsa untukmu Indonesia). Memang inti perjuangannya adalah etika, akhlak dan moral bangsa ini. Kalau manusia pintar sih sudah banyak. Tetapi manusia dan pemimpin yang pintar dengan etika, moral dan akhlak baik masih jauh dari hutan, maksudnya langka di negara ini.

Apa aksi positip yang dapat kita lakukan. Banyak sekali, misalnya di media sosial internet dapat dibuat community MEMBUMI yang isinya tentang kritik dan saran atas permasalahan yang ada. Atau membuat organisasi penyeleksi pemimpim 2014.  Dari sekarang semua kinerja anggota DPR, DPRD, Pemda, pemerintah pusat, Polri, MA dan sebagainya dipotret, dibuat dan dilaporkan ke masyarakat. Penilaiannya terserah rakyat. Pokoknya kita punya data dan informasi valid dan online. Semua dapat mengaksesnya. Demikian juga untuk semua calon pada Pemilu 2014 nanti, semua info yang ada dari setiap calon dipublikasikan. Jadi segenap rakyat dapat melihat dan melakukan penilaian sendiri.

Itninya adalah dimulai dari sekarang kita melakukan penilaian dan publikasi atas mereka semua. Siapapun dapat berpartisipasi dengan bebas. Ya memang benar bebas karena ajang ini akan sekaligus menjadi proses pembelajaran dan penyaringan semua pihak dinegara ini. Holding lah yang terus memanage dan memonitor semua aksi dan sekaligus memastikan semua berjalan baik untuk masa depan. Tidak timbul lalu tenggelam. Memang dibutuhkan pemimpin yang sejati untuk community ini..kan perjuangan..ya pasti butuh waktu dan komitmen. Melalui cara positip ini diharapkan akan tersaring dengan baik dan benar para pemimpin di eksekutif, yudikatif dan legislatif yang sejati. Mereka mau berjuang untuk bangsa dan negara tanpa pamrih.

Terserah mau pakai cara yang mana, positip atau negatip, yang pasti harus dimulai dari sakarang. Jika kita tidak mau memulainya ya mau tidak mau kita harus ihklas menerima kondisi sekarang ini sampai dengan alam mengambil keputusan sendiri. Alam akan menghapus semua yang tidak diperlukan dan akan menampilkan pemimpin yang baru yang dibutuhkan oleh zaman baru Indonesia. Atau alam justru akan lebih sederhana cara berjuangan, siapa yang tahu?…

, ,

Comments are closed.