Home » BUDAYA, EKONOMI, HUKUM, PENDIDIKAN, POLITIK » Jati diri dalam 5 sila
Sep
12

Notonogoro.com

Zaman Orla, orde lama, banyak disebut senagai  zaman pergolakan, zaman komunis. Zaman Orba, orde baru, ada yang bilang zaman pembangunan, zaman otoriter. Zaman reformasi sekarang ini ada yang menyebut  zaman mencari bentuk, zaman demokrasi.  Jadi pasca penjajahan atau era kemerdekaan kita sekarang ini sebagai satu bangsa sedang memasuki zaman ketiga. Periode ketiga sekarang ini disebut sebagai zaman reformasi  (sebenarnya sih masih jauh dari reformasi, repot masih kali yee), atau zaman keterbukaan, atau zaman demokrasi. Bangga benar sepertinya para politisi kita dengan sebutan sebagai salah satu bangsa  yang paling demokratis didunia ini.

Apakah demokrasi sekarang ini di Indonesia sudah sesuai dengan kepribadian Indonesia, sudah sesuai dengan jati diri Indinesia? Masih perlu dikaki lagi. Demokrasi kita sekarang ini lebih tepat disebut demokrasi yang kebablasan, demokrasi yang jauh dari jati diri bangsa,  demokrasi copy paste dari Negara lain. Demokrasi Indonesia tidaklah seperti yang terjadi sekarang ini. Demokrasi kita adalah demokrasi yang telah disiapkan oleh pendiri bangsa ini. Oleh para pahlawan kita yaitu demokrasi Pancasila. Demokrasi yang berdasarkan pada jati diri bangsa Indonesia. Pancasila adalah jati dir bangsa kita.

Dari ketiga zaman yang disebut diatas, hanya Orbalah yang benar-benar menempatkan Pancasila pada tempat yang tinggi walaupun tidak tepat. Orba telah menjadikan Pancasila sangat sakral sehingga terkesan meniadakan perbedaan. Pada Orba dikenal isitilah demokrasi Pancasila. Demokrasi Pancasila versi Orba ini jelas berbeda dengan demokrasi Pancasila yang dimaksud oleh para pendiri Negara ini. Juga pasti sangat  berbeda dengan demokrasi Negara lain seperti Amerika yang dibilang sebagai biangnya demokrasi didunia ini.

Pancasila sesungguhnya adalah roh dari setiap langkah laku dan ucap bangsa ini. Bangsa ini adalah bangsa yang beragama. Bangsa yang mengakui bahwa dunia dan segala isinya ada yang menciptakan dan mengaturnya. Ada aturan main yang harus diikuti oleh  semuanya. Etika, moral dan akhlak yang baik adalah pondasi dasar kita semua . semua berdasar kepada apa yang diatur oleh Tuhan Yang Maha Esa. Bukan diatur oleh hanya sekedar olah pikir manusia saja. Sopan santun harus dijaga.

Bangsa ini adalah bangsa yang sangat sadar bahwa kita semua sama sebagai ciptaan Tuhan. Yang membedakan kita hanya amal ibadah masing-masing. Tidak boleh menghina orang lain. Etika sesama makhluk Tuhan harus dijaga. Saling menghargai satu dengan yang lain. Keadilan untuk semua dan semua sama dimuka hukum. Tidak ada standar ganda. Tidak ada yang berani KKN

Bangsa ini adalah bangsa yang sangat mencintai bangsa dan negaranya. Semua harus berdasar pada kepentingan bangsa dan Negara dan tidak boleh mementingkan kepentingan sendiri dan kelompoknya saja. Kita memang berbeda tetapi tetap satu dalam Indonesia. Jika sudah menyentuh dan menyangkut Indonesia maka musnahlah semua perbedaan. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.

Bangsa ini adalah bangsa yang ahli diplomasi dan mengutamakan dialog untuk mencapai musyawarah dan mufakat. Semua ditaruh diatas meja dan dibicarakan bersama. Sama tinggi sama rendah. Para tokoh dan pemuka ada pada posisi neutral  dan hanya memihak pada keadilan dan kepentingan bersama.Tidak boleh memaksakan kehendak kepada siapapun tanpa persetujuan pihak lain.

Bangasa ini adalah bangsa yang salih asih asah dan asuh. Yang kuat membantu yang lemah. Yang kaya menolong yang miskin. Yang pintar membimbing yang bodoh. Gotong royong adalah nafas kita. Senyum dalam setiap nafas kita. Salam dalam setiap jumpa kita.

Itulah sedkit tentang jati diri kita. Jari diri dalam 5 sila.

, , , , , ,

Comments are closed.