Home » Uncategorized » Dimana Pancasila sekarang ini
Jan
03

Dimana Pancasila sekarang ini

Notonogoro.com

Para pendiri bangsa ini telah dengan sangat susah payah meletakan dasar-dasar negara ini. Mereka telah berpikir dan berjuang keras untuk Indonesia jaya. Mereka mampu berpikir menembus waktu. Mereka mampu berpikir jauh berpuluh-puluh tahun kedepan. Luar biasa mereka semua, pahlawan kita. Jasa mereka tidak akan pernah bisa terbayarkan oleh apapun. Tugas kita seharusnya hanyalah mengimplementasikan pemikiran-pemikiran besar mereka. Dari semua pemikiran besar mereka apa yang paling besar? Tidak lain adalah UUD 45 dan PANCASILA.

Mari kita fokuskan pada Pancasila. Pada zaman Orba (orde baru) Pancasila dijadikan suatu ajaran yang sakral. Semua harus berazaskan Pancasila. Kita sebut sebagai azas tunggal. Pancasila dijabarkan dengan demikian luas dan tidak boleh ada yang berbeda dengan tafsir Orba. Sesungguhnya maksud Orba sangat mulia sekali. Hanya jalannya yang kurang tepat. Orba melupakan adanya \”Bhineka Tunggal Ika\”. Suatu ajaran leluhur yang demikian luhurnya. Kita memang banyak. Kita memang berpulau-pulau. Kita memeluk agama masing-masing. Kita bersuku bangsa banyak. Kita berbudaya luhur dan banyak. Kita memang berbeda tetapi kita satu. Bersatu kita teguh. Semua ini dikhianati oleh Orba dan semua dibuat menjadi seragam. Ibarat musik adalah Orkestra. Tidak ada yang boleh berimprovisasi diluar aturan dan pakem yang ada. Orba berpikir dengan seragam maka semua konflik tidak akan pernah terjadi. Dengan tidak ada konflik maka bangsa ini akan jaya. Ternyata kurang tepat cara ini. \”Bhineka Tunggal Ika\” tidak boleh ditafsirkan lain.

Apa yang terjadi pada saat ini, yang katanya era reformasi. Kita justru melupakan Pancasila. Era ini justru jauh lebih hancur dari Orba. Justru lebih liar dan bodoh dibandingkan Orba. Pancasila dimasukan kotak wayang oleh era reformasi ini. Oleh karena itu yang paling tepat era ini disebut sebagai era \”repot masih\”. Benar-benar masih repot dan keblinger. Bergerak, berpikir, bertingkah laku tanpa dasar, tanpa landasan yang satu. Semua hanya berdasar pikiran dan kepentingan masing-masing saja. Berapa kali saudara-saudara sekalian mendengar presiden, mentri, gubernur, walikota, bupati, lurah, DPR, DPD menyebut kata Pancasila dalam era ini? Hampir tidak pernah. Mereka tanpa sadar justru sering menyebut \”Panca sial\” dalam setiap langkah, laku, pikir ¬†dan ucapnya. Sial-1: gile bener lu yang menjadikan Uang sebagai Tuhan, lu pade nggak punya moral, nggak ade ahklaknyee. sial-2: kupret lu yang menperdagangkan hukum dan keadilan. Sial-3: brengsek lu selalu mementingkan kepentingan sendiri dan kelompok lu aja. Sila-4: Sompret lu melakukan money politic untuk kekuasaan Sial-5: madirabit¬† lu selalu melakukan KKN untuk kesejahteraan lu sendiri.

Pancasila benar-benar sudah tidak ada arti dan makna lagi. Pancasila hanya menjadi sejarah bangsa ini. Apakah bangsa ini sedang menuju sekulerisme. Apakah bangsa ini memang sudah tidak memerlukan alat perekat dan pemersatu lagi. Apakah perbedaan akan semakin diagung-agungkan sebagai bagian dari kebebasan dengan menghancurkan nilai luhur kita. Tentu tidak, akan ada saatnya Pancasila tampil kembali setelah disingkirkan pada era ini.

Comments are closed.