Home » POLITIK » Capres rekor Muri
Mar
31

Capres rekor Muri

Notonoggoro.com

Andaikan Muri mencatat rekor siapa yang paling banyak Gagal Nyapres jadi Presiden maka Siapakan yang akan memegang rekor Muri tersebut?.  Sepertinya Sekarang ini dipegang oleh Wiranto dan Megawati yang masing-masing telah maju dua kali jadi Capres dan kalah terus. Wiranto besar kemungkinan akan maju lagi tahun ini jika syarat nya terpenuhi. Jika Wiranto maju lagi d 2014 maka dia akan memegang rekor muri yaitu sebanyak tiga kali Nyapres dan kalah semua. Kok seperti itu? Ya iya lah kan tidak akan mungkin Wiranto jadi presiden. Kok bisa pasti nggak mungkin? Ya udah deh nggak usah dibahas, ruwet ngejelasinnya, pokoknya nggak mungkin. Ingat-ingat aja jumlah pemilihnya selama dua tahun kemarin kan parah bener. Lalu apa akan ada keajaiban dunia yang membuat Wiranto terpilih jadi presiden? Sepertinya tidak mungkin deh.. jadi bukannya anti pati sama Wiranto tetapi lebih kepada fakta saja dan sampai dengan sekarang tidak ada fakta yang mendukung dia bisa menjadi presiden.

Lalu siapa lagi? Tentunya tidak ada lagi yang bisa mengalahkan Wiranto memegang rekor Muri ini selain Megawati. Wiranto sama posisinya dengan Megawati yaitu maju terus Nyapres sejak presiden dipilih langsung oleh rakyat. Hasilnya sama juga yaitu kalah semua dan bahkan jika dihitung mulai dari akhir pemilihan presiden oleh MPR dimana Megawati kalah oleh Gus Dur maka sudah bisa dikatakan Megawati sudah tiga kali kalah Nyapres dan tiga kali kalah, jadi Tentunya rekor Muri Nyapres gagal telah dipegang oleh Megawati kalau memang pemilihan oleh MPR masuk dalam hitungan.

Bagaimana di 2014 apakah Megawati akan maju lagi? Seharusnya sih kita berharap dia tidak maju lagi demi nama baik Soekarno, nama baik dia dan keluarga dan nama baik partainya sendiri. Memang sih Megawati telah ngucap “apakah kalian seneng kalau saya kalah lagi?.” Tentunya ini tanda bahwa dia tidak akan Nyapres lagi. Semoga seperti itu. Tetapi yang namanya nafsu kekuasaan sangatlah besar sekali. Musuh bebuyutannya sekarang ini kan sudah tidak ikut lagi yaitu SBY. Berdasar data terkahir dimana dia selalu ada diposisi ke dua maka 2014 adalah saatnya untuk menang. Demikian kira-kira hawa nafsu kekuasaan menggodanya. Bukan hanya dirinya tetapi juga segenap warga partainya bisa kena pengaruh hawa nafsu kekuasaan ini.

Bisa dibayangkan jika ternyata nafsu kekuasaan ini demikian kuatnya dan akhirnya Megawati maju Nyapres lagi maka dapat dijamin kegagalan akan kerjadi lagi dan rekor Muri tentu akan disematkan pada dirinya. Kasihan sekali jika hal ini benar terjadi. Hancur sudah nama partai dan Soekarno jika nasib  buruk ini benar terjadi. Tentu sama dengan WIranto kenapa kok pasti kalah? Ya susah ngejelasinnya. Kalau Wiranto jelaslah angka pemilihnya kan sangat kecil sekali tapi Megawati kan sangat besar pemilihnya lalu kenapa pasti kalah. Dalam konteks Notonogoro tidak ada pilihan Notonogoro yang pakai cerita maju, gagal kemudian maju lagi terus berhasil. Tidak ada dalam kamus Notonogoro presiden daur ulang yaitu presiden yang dipilih setelah kalah sebelumnya. Tidak akan pernah ada kejadian seperti ini. jadi Megawati sudah tutup buku jika dililhat dari konteks Notonogoro. Jadi jangan pernah maju lagi karena pasti gagal dan malu lagi.

Jadi seharunya simpatisan dan anak buahnya jangan menghembuskan nafsu kemungkinan menang sangat besar kali ini. kasihanilan Megawati yang mungkin akan bimbang juga jika akar rumput atau anak buahnya terus menerus ngojok-ngojokin. Kita kan kan tahu gaya partainya yang seperti Soeharto dengan Golkarnya pada Orde baru lalu. Semua tergantung dengan Soeharto. Omongannya adalah sabda ratu yang harus diikuti. Siapapun yang menghalangi akan mendapat sanksi besar dank eras sekali pada masa itu. Jadi wajar saja jika ada yang bilang PDIP Megawati sama dengan Golkar Soeharto. Sangat ironis sekali kondisi ini. Megawati yang telah dimusuhi oleh Golkar Soeharto justru menjiplak gaya ini. apakah memang seperti itu? Ya nggak tahu juga sih tetapi yang dirasakan oleh segenap masyarakat adalah seperti itu. Selalu ada statement “semua tergantung ibu, semua tergantung Megawati, Partai telah memberikan kewenangan penuh kepada Ketua Umum partai” selalu saja sepeti itu pernyataan yang keluar. Jadi wajar saja jika PDIP disebut sebagai foto copy atau bukti sejarah era Orba.

Jadi kembali diingatkan disini, demi nama baik maka sebaiknya hangan Nyapres lagi ya, baik Wiranto maupun Megawati…. Sudahlah ikhlaskan semua dan tutup buku saja….

, , , , , , , , , , , , ,

Comments are closed.