Home » EKONOMI » Dasar Ce\’men
Jan
11

Dasar Ce\’men

notonogoro.com

Beberapa hari kamarin ini telah terjadi lagi keajaiban dipemerintahan kita. Kenaikan harga tiket kereta pai klas ekonomi mendadak dibatalkan oleh pemerintah, padahal baru berlaku satu hari. Tidak ada angin tidak ada hujan kok dibatalkan. Tidak ada keluhan dari masyarakat pengguna alat transportasi tersebut. Semuanya setuju-setuju saja. Kok pemerintah yang kebakaran jenggot.

Pusat statistik juga menyatakan andaikan kenaikan harga tersebut dapat menyumbangkan kenaikan angka inflasi maka jumlahnya sangat-sangat tidak material, tidak significant kalau tidak mau dikatakan diabaikan saja.

Jadi darimana ceritanya Menko ekonomi bilang bahwa ada masukan dari masyarakat yang tidak menerima kenaikan harga tersebut dan meminta untuk ditunda. Kayaknya gak pernah baca dimedia cetak dan tidak ada juga di media elektronik tentang hal tersebut. Ngarang kali yeee. Budaya ngarang ini ternyata masih menjadi senjati kuno yang dinilai ampuh untuk terus dipakai. Rakyat masih bodoh dan gampang dibohongi.

Pada sisi lain, mentri perhubungan bilang bahwa penundaan sementara beberapa bulan ini karena KAI belum melakukan analisa atau kajian yang harus dilakukan sebelum menaikan harga walaupun kenaikan itu sendiri sudah disetujui oleh sang mentri. Kalu analisa sudah selesai baru boleh menaikan harga. Analisa apaan ya, ternyata tidak jelas juga apa yang dimaksud sang mentri. Jangan-jangan asal nje\’blak juga nih.

Beda lagi deh. Berbeda mulut berbeda suara yang keluar. Makanya pakai saja mentri yang harusnya bertugas untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Menkoinfo gitu lho kalau memang tidak ada yang lain mah..

Ajaib sekali ya..kenaikan dan dampaknya yang sangat recehan sekali kok diperlakukan seperti itu. Sepertinya kenaikan harga karcis tersebut dapat menyebabkan terulangnya krisis moneter dan kehancuran ekonomi negara ini. Kalau yang receh saja tidak berani apalagi yang jutaan, bisa mati berdiri kali tuh pejabat.

wajar dong kalau kita bertanya \”apa berani mengeluarkan keputusan premium hanya untuk kendaraan plat hitam saja?\”, dampaknya luar biasa loh, baik bagi masyarakat, inflasi maupun dampak positif bagi keuangan negara. Positif dan negatifnya dalam jangka pendek sama besar. Kenaikan karcis kereta pai mah tidak ada apa-apa nya dibanding premium. berani gak ente?..

Apa pemerintah menganut pendekatan \”kecil juga kalau banyak ya besar juga\”. Artinya karena mau memberlakukan pembatasan pemakaian bahan bakar bersubsidi maka dampak yang kecil-kecil jangan sampai menggangu yang besar dan strategis, ┬ábisa repot semua nantinya. Masuk akal juga kalau pakai pendekatan ini. tetapi apa iya seperti ini. Kok pendapat mentrinya berbeda-deba. Artinyakan tidak pernah ngopi bareng pada kali yee.

Mau pakai pendekatan yang manapun sebenarnya sih terserah saja. Yang penting kompak gitu lhooo. Mbok ya ngobrol-ngobrol dahulu dong. Baik sebelum melakukan, setelah melakukan maupun pembatalan. Pakai dong cara yang cerdas. Malukan kalau selalu dibilang pemerintah tidak kompak dan tidak punya keberanian atau kalau anak gaul bilang \”ce\’men loo\”. Kalau dimedia sepertinya sih rapat melulu tuh pejabat. Pada serius. Pada ngedengerin sang bos ngomong. Tapi jangan-jangan nyawanya pada nggak ngumpul, jadi pada nggak mudeng. Jadinya ya nggak kompak lagi dah.

Kan sudah pada dapat gaji dan fasilitas wah dari rakyat. Buang dong sifat ce\’mennya. Tegas dan lugas dong. Kalau bosnya nggal bisa ya anak buahnya deh yang ambil alih. Takut benar dipecat sih. Katanya jabatan amanat… kok dikekepin terus sampe pada ajaib gitu. Berhentilah mendulang air membasahi muka sendiri (bener gak nih pribahanya). Jadilah diri sendiri. Sadar tugas dan kewajiban. Jangan bikin malu dan jangan malu-maluin. Pokoknya tidak boleh lagi ajaib dan ce\’men..OK?!!.

, , , , , ,

Comments are closed.