Home » BUDAYA, HUKUM, POLITIK, SOSIAL » Kafir Pancasila : Kemanusiaan yang tdk adil & tdk beradab
Jan
21

Notonogoro.com

Yang kedua adalah nilai baru yang terus semakin tumbuh di elit Negara ini yaitu Kemanusiaan yang tidak adil dan tidak beradab. Jelas ini bertentangan dengan sila kedua Pancasila yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradab. Makanya kembali kita sebut sebagai kafir kedua atas pancasila. Kondisi ini kembali sangat memprihatinkan kita semua. Segenap kita dan bahkan Negara ini sudah ikutan gabung dengan segala aturan Ham didunia ini. kita juga punya komisi HAM namun ternyata masih ada saja usaha-usaha yang memalukan kita semua dalam berbagai kasus penegakan hukum dinegara ini. sepertinya untuk segenap elit Negara  ini sangat sulit untuk menjalankan HAM ini. yang dimaksud dengan elit disini adalah mereka yang memiliki kekuasaan dan digaji untuk kekuasaan tersebut, bisa pada level rendah namun juga bisa pada level yang tinggi.

Kebanyakan tentunya ada pada sisi penegakan hukum seperti misalnya kasus Mesuji dan kasus Bima. Dimana pada kedua kasus ini aparat kepolisian sangat terkesan lebih mengedepankan mereka yang memilkiki kekuasaan dan uang ketimbang masyarakat setempat. Jelas ini kolaborasi antara kafir Keuangan yang Maha Kuasa dengan Kemanusiaan yang tidak adil dan tidak beradab. Masyarakat kok malah dimusuhi dan dengan tangan dingin dibunuh begitu saja. dengan alasan sudah sesuai prosedur hal itu terkesan dibiarkan terjadi atau setidaknya diproses tetapi tidak serius. Kita juga sudah tidak tahu tindak lanjut proses hukum atas aparat dan elit yang terlibat dalam kasus ini. sepertinya hilang ditelan angin. Bahkan sekarang kembali di Mesuji terjadi lagi amarah rakyat yang berulang. Jelas ini mencerminkan masalah ini tidak ada yang mau menyelesaikan dengan tuntas. Bedanya adalah kali ini tidak ada aparat yang berani berhadapan dengan masyarakat dan cenderung membiarkan apa yang dilakukan oleh masyarakat. Sangat ironi sekali. Semua jadi serba salah karena tidak tegasnya segala proses hukum karena memang dasarnya menganut kolaborasi dua sila kafir Pancasila tersebut.

Demikian juga dengan pemberian izin pengelolaan hutan. Kok demikian mudahnya mereka memberikan izin tersebut tanpa mengajak bicara atau memanusiakan penduduk lokal  yang sudah puluhan dan bahkan ratusan tahun tinggal ditempat tersebut. Dengan seenaknya mereka yang memiliki izin membabat hutan yang didalamnya hidup penduduk lokal tersebut. Hanya dengan izin  tersebut mereka menghancrukan kehidupan masyarakat setempat dengan cara yang sangat tidak adil dan tidak beradad. Mereka disejajarkan dengan binatang hutan yang hidup diwilayah tersebut. Meman tidak semua melakukan kejahatan ini. tetapi justru di era reformasi ini kejahatan ini terjadi dan pada era Orba justru mereka diatur untuk bekerja sama dengan masyarakat setempat dengan istilah petani plasma atau petani inti rakyat. Justru Orba lebih beradab dibanding era sekarang ini.

Bagaimana dengan maling sandal yang diproses oleh polisi dan akhirnya meninggal? Bagimana dengan seorang nenek yang dituduh mencuri piring dan diproses secara hukum? Bagaimana dengan seorang nenek yang dituduh mencuri satu butir kakao atau coklat dan diproses secara hukum? Bagaimana dengan para pelaku korupsi yang hidup mewah tetapi tidak diproses secara hukum ? andaikan ada yang diproses tetap saja mereka mendapatkan fasilitas mewah dan hukuman ringan atau seadanya saja.  tentu masih banyak contoh ketidak adilan dan kebiadaban hukum dinegara ini. mereka dengan darah dingin melakukan kekafiran itu dengan berlindung pada hukum formal. Ampunnnn…kok kotor sekali ya hati nurani nya…

Lalu bagaimana dengan sekolah yang hancur, rusak dimana-mana sementara pada sisi lain mereka memakai dana BOS dengan rakusnya, mereka menyedot uang rakyat untuk pendidikan tersebut. Jangankan sekolah di perguruan tinggi saja yang katanya sumber pemimpin masa depan masih banyak terjadi korupsi dana pendidikan. Apakah ini adil? Apakah ini beradab? Jelas tidak…..Artinya kekafiran ini sudah mencapai segenap sendi kehidupan dinegara ini. hampir bisa dikatakan tidak ada titik kehidupan yang terlepas dari kolaborasi dua kafir Pancasila ini. semua kena dan kena. Semua sakit dan sakit.

Kasihan para pendiri bangsa ini…….semoga saatnya akan cepat datang untuk kembali ke Pancasila dan nilai-nilai luhur bangsa ini menuju sejahtera bangsa ini…

, , , , ,

Comments are closed.