Home » HUKUM » Polisi Jakarta dan 3 in 1
Nov
04

Polisi Jakarta dan 3 in 1

Notonogoro.com

Masih belum adanya solusi yang menyeluruh untuk mengatasi kemacetan di Jakarta telah menjadikan Jakarata sebagai salah satu kota termacet di dunia, kalau momor satu di Indonesia kita sih sudah pada tahu semuanya. Solusi cerdas, realistis dan berdimensi jangaka panjang sepertinya masih jauh dari kenyataan. Masih diperlukan kesabaran yang cukup untuk menanti datangnya pemimpin yang mumpuni untuk menyelesaikan masalah kemacetan di Jakarta ini.

Salah satu kebijakan mengatasi kemacetan di Jakarta adalah kebijakan 3 in 1 pada bebarap ruas jalan tertentu dan pada waktu tertentu. 3 in 1 artinya kendaraan pribadi, dalam hal ini mobil pribadi, harus berpenumpang minimal 3 orang, baik orang dewasa maupun anak kecil dan bayi. Kebijakan ini sudah sangat lama diberlakukan tanpa hasil yang jelas. Tetap saja Jakarta macet walaupun pada jam 3 in 1 diberlakukan.

Sepertinya ada oknum yang mengambil keuntungan pribadi dari pemberlakukan 3 in 1 ini. Kita sering  lihat dimana pada saat waktu 3 in 1 sudah masuk maka polisi secara otomatis sudah siap pada posisi masing-masing. Anehnya posisi yang diambil adalah bukan pada tempat yang dapat mencegah masuknya kendaraan berpenumpang kurang dari 3 orang masuk ke wilayah 3 in 1 tetapi justru pada posisi didalam area 3 in 1 itu sendiri. Tepatnya adalah dipintu masuk agak kedalam dan dibeberapa meter sebelum pintu keluar.

Pada posisi pertama, yaitu dipintu masuk agak kedalam, mobil berpenumpang kurang dari 3 orang yang sudah terlanjur masuk beberapa meter  sudah pasti tidak ada jalan lain untuk mundur lagi. Artinya akan langsung berhadapan dengan polisi yang sudah pasti akan memberhentikannya karena memang sudah pada posisi menunggu. Apa yang kemudian terjadi antara polisi dengan pengemudi tersebut silahkan saja tebak sendiri. Yang pasti terkesan menjebak dengan membiarkan mobil berpenumpang kurang dari 3 masuk ke wilayah 3 in 1 dan di stop untuk kemudian di…….

Hal yang sama juga terjadi untuk mobil yang berasal dari wilayah 3 in 1 akan keluar dari wilayah tersebut. Dia pikir akan aman eeehhh… tahu-tahu  ada telunjuk polisi yang memerintahkan kepinggir hanya beberapa meter dari wilayah non 3 in 1. Kena lagi deh…

Seharusnya jika pola pikir polisi adalah pencegahan masyarakat untuk tidak melakukan pelanggaran sekaligus mendidik maka posisi polisi harusnya berada diujung jalur masuk 3 in 1. Jika ada mobil berpenumpang kurang dari 3 maka mobil tersebut dilarang masuk kewilayah 3 in 1 dan diminta untuk terus melanjutkan perjalanan diwilayah non 3 in 1. Cara ini akan jauh mengurangi pelanggaran masuk ke wilayah 3 in 1 dan masyarakat juga tidak akan pernah merasa dijebak.

Untuk mobil yang sudah berada didalam wilayah 3 In 1 dan akan keluar dari wilayah tersebut seharusnya diizinkan melalui wilayah tersebut walaupun jumlah penumpangnya kurang dari 3 orang. Karena mereka tidak melanggar peraturan pada saat masuk wilayah 3 in 1 tersebut, baik karena jumlah penumpangnya memenuhi syarat atau masuk area tersebut pada saat bukan waktunya 3 in 1. Dengan kata lain jika ada mobil berpenumpang 3 orang yang berisi satu keluarga masuk kewilayah 3 in 1, maka setelah sang istri turun disalah satu gedung dalam wilayah tersebut dan anaknya turun kemudian disalah satu kampus yang ada diwilayah tersebut maka sang suami dapat terus melanjutkan perjalanan dan keluar dari wilayah 3 in 1 tersebut dengan aman tanpa dianggap melakukan pelanggaran. Ini jelas lebih fair bagi pemakai kendaraan pribadi. Tetapi jika cara ini dianggap tidak sesuai dengan konsep 3 in 1 yang tentunya tidak apa-apa. Yang penting polisi itu looh..diperintahkan posisinya untuk digeser keposisi tepat dipintu masuk agar budaya menyalahkan berubah menjadi  budaya mencegah. Kalau bisa seperti ini luar biasa saluuut untuk polisi.

, , ,

Comments are closed.