Home » EKONOMI » Mau pakai mobil dinas tapi malu pakai plat merah
Dec
12

Notonogoro.com

Wajar saja jika ada sebagian masyarakat dari Negara berkembang yang menjadikan harta sebagai simbol kekayaan.  Kekayaan disini tentunya tidak dalam arti kekayaan dalam jumlah milyaran atau sebagai pengusaha sukses. Kekayaan disini adalah kekayaan dalam arti memiliki suatu benda atau harta yang orang lain pada masyarakat sekitarnya masih sulit untuk memilikinya atau dibilang hebat jika memilkinya. Bisa dimulai dari perangkat elektronik seperti TV dan Lemari es sampai degan kendaraan bermotor seperti sepeda motor dan mobil.

Dalam kaitannya dengan mobil maka kita sama ketahui bahwa mobil dinas yang diberikan oleh pemerintah kepada PNS, TNI, Polisi, DPR dan sebagainya sering dah bahkan dapat dipastikan selalu dibawa pulang kerumah oleh pegawai yang mendapatkan kendaraan operasional tersebut. Mobil ini sudah seperti mliki pribadi. Hanya pegawai tersebut yang memakainya baik untuk urusan yang berhubungan dengan pekerjaan sampai dengan urusan pribadi dan keluarganya.

Banyak mobil dinas yang dipakai untuk mengantar anak sekolah, dipakai sang nyonya untuk ke salon, belanja di mall sampai dipakai untuk piknik dan pulang kampung keluarga. Mereka memakai mobil ini benar-benar sudah seperti mobil pribadi. Perawatan dan bahan bakar tetap saja lebih banyak ditanggung oleh Negara. Semakin sedikit mereka mengeluarkan uang maka mereka akan semakin merasa senang dan berkuasa tanpa pernah timbul rasa sadar bahwa itu adalah dibiayai dan milik rakyat pembayar pajak.

Dari berbagai kelakuan aneh orang-orang ini kali ini akan disoroti tentang kelakuan melakukan rekayasa warna plat mobil dinas tersebut. Sering kali kita temukan dijalan raya mobil dinas plat merah telah dilakukan rekayasa warna atas plat nomornya. Entah dibuat seperti hitam dengan sedikit bayang-bayang warna merah sampai dengan warna merahnya dihapus atau seperti dikerok sehingga tampak seperti tidak memakai cat, jadi yang terlihat hanya aluminiumnya saja, bahkan ada yag benar-benar dirubah menjadi plat hitam dengan  nomor polisi yang sama. Kalau ditangkap polisi dan tidak mau diajak berdamai ya biarin saja kan nanti kantor yang ngurus. Enak benar cara berpikir seperti itu.

Meraka melakukan rekayasa warna ini dilandasi oleh dua hal utama. Pertama ingin dianggap oleh tetangganya sebagai orang yang memiliki mobil pribadi. Yang kedua adalah dilandasi oleh sifat rakus karena sebenarnya mereka sudah memiliki mobil pribadi sendiri tetapi masih ingin dibilang hebat karena memilki mobil lebih dari satu. Sangat luar biasa kebiasaan ini.

Mereka ingin dan mau memakai kendaraan dinas tetapi malu memakai plat merah. Aneh bukan. Mereka lupa bahwa mobil dinas adalah milik rakyat dan hanya boleh dipakai untuk urusan yang berhubungan dengan pekerjaan saja. Setelah selesai kerja harusnya dikembalikan kekantor dan tidak dibawa pulang kerumah. Taruhlah oke-oke saja dibawa pulang tetapi tidak untuk dimiliki dengan melakukan rekayasa tersebut. Sadar dong bahwa itu milik rakyat. Biarkan warna plat apa adanya saja sebagai bagian dari kesadaran dan rem untuk tidak digunakan semaunya. Mudah-mudahan kesadaran akan timbul sedikit demi sedikit sehingga pemborosan akan semakin terkikis. Baik pemborosan biaya operasional maupun pemborosan hawa nafsu.

, , ,

Comments are closed.