Home » POLITIK, SOSIAL » Pemborosan di Jakarta
Jun
29

Notonogoro.com

Sudah banyak kota di berbagai Negara yang telah berubah dari kota macet menjadi kota nyaman dan lancer. Tetapi Jakarta masih saja menjadi kota yang semerawut tanpa jelas kapan menjadi kota yang benar-benar pantas menyandang gelar sebagai kota metropolitan. Kemacetan masih menjadi masalah utama, ditambah banjir jika musim hujan, ditambah lagi ketidak disiplinan pemakai jalan, ditambah lagi trotoar yang berubah menjadi tempat dagang kaki lima, ditambah lagi hutan kota yang semakin berkurang, ditambah lagi taman yang tidak terawatt, ditambah lagi para pejabat  yang mau enaknya sendiri menembus kemacetan dengan memakai voorijder, ditambah lagi sepeda motor yang menyemut, ditambah lagi kendaraan umum yang berhenti sembarangan. Pokoknya super semerawut Jakarta ini.

Khusus untuk kemacetan, sepertinya tidak ada yan benar-benar memikirkan jalan keluar untuk mengatasi masalah besar ini. sekitar 45 trilin rupiah pemborosan dari kemacetan ini. satu jumlah yang sangat besar yang sebenarnya bisa digunakan untuk menghilangkan kemacetan itu sendiri. Setiap hari ada sekitar 4 juta kendaraan masuk ke Jakarta. Tidak terbendung sama sekali. Mulai subuh semua sudah meluncur menyerbu Jakarta. Hasilnya macet dan macet dimana-mana. Jalan Tol juga macet sama saja dengan jalan arteri.

Sudah banyak yang mengusulkan berbagai cara untuk mengatasi kemacetan ini tetapi semua sirna dimakan waktu. Semua menghilang dibawa angin. Usulan tinggal usulan. Kajian tinggal kajian. Yang tidak ada adalah keputusan dari sang pemimpin Jakarta. Gubernur berkelit dengan menyatakan masalah kemacetan bukan hanya tanggung jawab Pemda Jakarta saja tetapi juga menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Kebiasan lempar tanggung jawab ini yang tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Siapapun yang bertangung jawab ya mbok duduk dan diskusi bareng cari solusi. Jangan diam aja dong. Harus proaktif tentunya.

Sepertinya memang ada kekuatan uang besar yang mempengaruhi para pengambil keputusan ini. ada yang bilang mereka tidak lain adalah para pabrikan kendaraan bermotor baik mobil dan sepeda motor. Mereka terus membuat para pengambil keputusan ini tidak peduli dengan kemacetan yang penting kendaraan mereka laku setiap tahunnya. Mereka untung dan terus untung. Mereka semua terus membodohi rakyat. Beli kendaraan tetapi tidak nyaman dijalanan karena macet.  Mereka adalah jagi kandang yang tidak serius menggarap pasar luar negeri.

Untuk itu perlu kekuatan yang lebih besar berupa kepemimpinan sejati yang tanpa pamrih. Mumpung sebentar lagi ada pemilukada di Jakarta ini. cari pemimpin yang mampu mengambil keputusan tepat, cepat dan benar. Pemimpin yang benar-benar berpikir dan bertindak realistis. Khususnya dalam merubah pemborosan menjadi kenyamanan bagi semua. Yang merubah kemacetan menjadi lancer dan sehat. Yang merubah kegersangan menjadi taman kota yang hijau. Yang merubah kesemerawutan menjadi kebersihan yang indah.

Tidak ada jalan lain bagi Jakarta kecuali membatasi jumlah kendaraan setiap harinya. Batasi dengan nomor genap dan ganjil adalah cara paling ampuh dan wajib dilakukan. Pasti ada kekurangan dan tidak perlu menunggu yang ideal karena tidak akan pernah ada di Jakarta dalam waktu singkat. Keputusan dahulu dibuat dan dijalankan dengan komitmen tinggi dan berkelanjutan. Jika dari 4 juta kendaraan menjadi 2 juta kendaraan maka tentunya jalanan akan lancar. Berlaku untuk mobil dan sepeda motor. Kalau berlaku hanya untuk mobil saja maka Jakarta akan berubah menjadi kota motor. Uang “penghematan” dapat digunakan untuk membangun transportasi umum yang lebih bagus dan nyaman. Beri subsidi yang tepat guna. Perbanyak dan perluas jangkauannya. Swasta banyak sekali yang mau terjun ke bisnis transportasi ini, sebut saja bus way. Hanya tinggal pemerintah saja yang berani ambil putusan.

  Hitung-hitungan “penghematan” memang harus jelas. Siapa yang berhemat dan apa yang dihemat. Duduk dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan penghematan dari BBM. Salurkan ke pembangunan transportasi umum. Gak usahlah yang aneh-aneh tetapi tidak beres sampai sekarang. MRT lah, kereta  laying lah, gak usah dulu deh. Busway aja yang diperluas dan dibuat senyaman mungkin. Sesungguhnya tidak sulit selama mau kelaur dari pengaruh mereka yang punya uang.

Oleh karena itu carilah gubernur yang benar-benar mau mengabdi untuk Jakarta dan masyarakatnya…..pasti ada….tetapi tergantung kepada kita semua..mau selesai masalah di Jakarta atau mau macet total Jakarta pada 2014….

, , , , , ,

Comments are closed.