Archive

Archive for April, 2018

Apr
14

Energi nasi liwet

Notonogoro.com

Jika alam sudah menghendaki maka tidak ada yang bisa menolaknya. Siapa yang bisa melawan alam? tentu tidak ada. Alam sangat lembut dan penuh cinta kepada kita. Namun alam bisa sangat garang kalau kita mengganggunya. Jadi kita harus selalu berbaik tingkah laku kepada alam dan biarkan alam melakukan yang terbaik sisanya. Demikian juga pertemuan dengan dua jendral kemarin ini. Pertemuan tejadi dengan begitu saja tanpa perencanaan sama sekali. Telpon-telponan sebentar dan diputuskan ketemu bukan dirumah salah satu dari jendral tersebut tetapi di rumah kroco mumet yang adalah temen ngobrolnya. Ketemuan di rumah pejabat atau mantan pejabat adalah hal biasa. Pertemuan dirumah opisboy tentu luar biasa. Itulah yang terjadi. Dengan disuguhi minuman wedang jahe merah asli, talas dan pisang rebus senda gurau penuh arti tercipta dengan cairnya. Saatnya makan siang maka munculah Nasi lewat sunda dengan tiga jenis ikan asin, sambal lalap dan tahu goreng. Sungguh sajian makan dan minum yang sangat sederhana penuh nikmat dan makna. Nasi liwet disajikan dalam hamparan daun pisang. Nasi digelar merata seluas daun pisang dan dikitari lauk sederhana sekelilingnya. Read more…

, , , , ,

Apr
04

Galak kompensasi

NOTONOGORO.COM

sebagian besar kita tentu pernah mengalami atau setidaknya mengetahui ada banyak  pemimpin lelaki yang luar biasa galaknya. Baik dia RT, Lurah, Camat, Supervisor, manager, Direktur dan sebagainya. Siapa saja diajak berkelahi. Siapa saja disalahkan. Selalu merasa yang paling benar dan yang paling tahu. Selalu berpikir bahwa hanya dia yang bisa menyelesaikan semua masalah. Hanya dia yang berani. Gembor-gembor ngomong demokrasi tetapi kenyataannya siapa pun akan dia maki-maki. Teriak kemana-mana bahwa dia yang paling bisa menghargai bawahan tetapi kenyataannya semua bawahan selalu disalahkan kapan saja dan dimana saja. Makanya definisi yang paling tepat adalah “galak” ketimbang disebut “gila”, “killer” atau “serampangan. Tidak penting apa yang dia lakukan untuk organisasinya karena yang paling penting bagi pemimpin yang seperti ini adalah ruang ekspresi “siapa dirinya”. Tiada hari tanpa marah, tiada waktu tanpa memaki, tiada masa tanpa menyalahkah orang lain. Dia selalu merasa paling hebat tetapi sesungguhnya bagi mereka yang mengerti justru yang muncul adalah rasa iba atau kasihan kepada orang seperti ini. Read more…

, , , , , , , , ,