Archive

Archive for the ‘POLITIK’ Category

Mar
31

Agama fondasi segalanya

Notonogoro.com

Agama dan negara, agama dan politik sedang cukup ramai diperdebatkan dinegara ini. Menghangat lagi karena ada yang memulainya. Ada yang meminta agar agama dan politik jangan dicampur aduk. Agama dan politik atau agama dan megara harus di pisahkan. Kalau bahasa kerennya adalah Sekularisme yaitu negara (politik) dan agama benar-benar dipisah. Agama tidak boleh ikut campur urusan negara dan negara tidak boleh ikut campur urusan agama. Masing-masing jalan sendiri dan menemukan keseimbangannya. Ini adalah pilihan dari sistim yang ada. Bukan sesuatu yang jelek dan harus ditolak. Bukan sesuatu yang jelek untuk menilai siapa seseorang itu. Namun memang bisa saja siapapun dalam situasi tertentu kepleset atau salah ucap. Namun juga memang bisa saja punya maksud terntentu yang coba dilempar ke tengah untuk dimainkan. Read more…

, , , , , ,

Mar
24

Harusnya normal saja

notonogoro.com

Sekarang ini banyak kejadian yang membuat perasaan kita menjadi sangat prihatin. Sesama warga masyarakat banyak yang terpecah belah hanya karena perbedaan pilihan politiknya. Sesama tetangga akhirnya menjadi tidak tegur sapa karena perbedaan tersebut. Sesama teman beribadah menjadi saling menghina juga karena perbedaan pilihan tersebut. Sesama kolega atau teman ngumpul menjadi pecah hanya karena perbedaan tersebut. Apa iya masyarakat kita belum siap menerima peristiwa atau kejadian yang bisa memberikan berbagai pilihan dan setiap kita bebas menentukan pilihan masing-masing. Apa kita maunya semuanya sama satu irama tanpa ada yang keluar dari kebersamaan. Apakah ada yang seperti itu sekarang ini. Sepertinya tidak ada. Andaikan adapun itu tetap berada dalam ancaman perpecahan karena satu saat pasti akan ada kejadian yang bisa memberikan pilihan kepada masing-masing. Pada saat pilihan berbeda maka pada saat itulah mulai muncul masalahnya. Read more…

, , , , ,

Mar
08

Semua sudah jelas

Notonogoro.com

Orde lama telah memberikan kemerdekaan kepada bangsa dan negara ini. Orde baru telah memberikan pembangunan, stabilitas dan keamanan luar biasa untuk bangsa dan negara ini. Orde reformasi memberikan semua masalah yang ada dan harus di selesaikan oleh bangsa dan negara ini. Apakah orde reformasi dapat dikatakan orde penuh masalah? Yes jelas bisa disimpulkan demikian. Masalah tidak ada habis-habisnya dimunculkan setiap saatnya. Kegaduhan silih berganti mengisi kehidupan di negera ini. Hampir bisa dikatakan bahwa tidak ada 3 bulan tenang di negara ini. Selalu ada saja kisah yang membuat mereka yang berpikir tersenyum simpul. Namun pada sisi lain, bagi mereka yang belum nengerti maka yang ada hanyalah kisah seru nan gaduh luar biasa dengan judul baru yang terus berganti.

Read more…

, , , , ,

Mar
03

Tuntas sudah 3S

Notonogoro.com

Dikalangan tertentu di tengah masyarakat di negara ini, ada yang sangat meyakini bahwa presiden Indonesia sejati baru ada 3 saja. Mereka adalah Soekarno, Soeharto dan Susilo Bambang Yudhoyono. Ketiga presiden ini disebut sebagai presiden sejati karena mampu menjalankan amanah tugasnya sesuai dengan waktu yang diberikan. Soekarno jelas dimulai dari jaman perjuangan kemerdekaan, jaman awal kemerdekaan yang dikenal dengan  Orde lama. Dilanjut dengan Soeharto selama puluhan tahun dengan Orde barunya yang melakukan begitu banyak pembangunan di negara ini.  Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY selama 10 tahun yang lebih mengedepankan etika dan sopan santun sebagai seorang pemimpin. Fakta bahwa mereka bertiga mampu menjalankan amanah tugasnya sesuai tuntutan masing-masing zamannya lah yang membuat mereka disebut dan dinilai sebagai presiden sesungguhnya dinegara ini. Peristiwa yang mengiringi proses pergantian dari Soekarno ke Soeharto, dan dari Soeharto ke SBY adalah bagian dari sejarah dinegara ini yang selalu menuntut adanya pergolakan ditengah masyarakat untuk pergantian pemimpin sejatinya. Ketiga presiden ini  bukanlah hanya sekedar nama semata tetapi lebih kepada makna perwakilan ZAMAN dan setiap ZAMAN ada target, tugas dan energi masing-masing.

Read more…

, , , , , , , ,