Archive

Archive for the ‘BUDAYA’ Category

Oct
03

Kehilangan tokoh nasional

Notonogoro.com

Bangsa ini memang masih terus melakukan proses “penyaringan” menuju Indonesia Jaya yang Gemah Ripah Loh Jinawi. Dalam proses ini akan terbuka segala sesuatu yang menyangkut kekurangan yang harus di perbaiki oleh bangsa ini. Informasi kekurangan ini bentuknya bisa berbagai macam kejadian. Mulai dari bencana alam, kegaduhan dan berbabagi demo. Apalagi periode sekarang ini yang proses penyaringannya akan penuh dengan Kegaduhan yang tidak pernah berhenti. Pokoknya ada saja kegaduhan yang terjadi yang membuat segenap mereka yang mengerti proses “penyaringan” ini tersenyum-senyum dan bahkan tertawa keras saking lucunya kegaduhan yang terjadi. Memang sih sangat disayangkan hal ini terus terjadi dan entah kapan akan berhenti. Waktu terus terbuang percuma dan Indonesia akan semakin “terkucilkan” dalam pergaulan internasional. Indonesia di anggap negara besar tetapi diperlakukan sebagai anak kecil yang dikasih permen saja sudah senang sekali. Read more…

, , , ,

Jan
24

Kafir Pancasila : Keadilan sosial bagi pribadi dan kelompok

Notonogoro.com

Yang terakhir dari kafir Pancasila ini adalah Keadilan sosial bagi pribadi dan kelompoknya saja. nilai luhur kita yang asli dari Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah menjaga keseimbangan hak dan kewajiban, suka member pertolongan kepada orang lain, tidak boros dan tidak bergaya hidup mewah, menghormati hak orang lain, tidak memeras orang lain, menghargai hasil kerja orang lain, tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum dan sebagainya. Intinya adalah demikian indah dan luhur nilai-nilai tersebut. Pendiri bangsa ini memang sangat luar biasa dengan kemampuannya mengkristalkan nilai luhur dalam Pancasila. Namun sungguh sangat menyedihkan kondisi sekarang ini. semakin jauh dan luntur nilai luhur tersebut karena semakin banyaknya kafir Pancasila diantara masyarakat dinegeri ini. Read more…

, , , , ,

Jan
23

Kafir Pancasila : Kerakyatan tidak bijaksana dan tanpa musyawarah

Notonogoro.com

Kita lanjut dengan kafir Pancasila yang ke empat yaitu Kerakyatan tidak bijaksana dan tanpa musyawarah. Kafir ini semakin sering terjadi dalam kehidupan dimasyarakat kita sekarang ini. situasi ini jelas sangat bertentangan dengan nilai luhur bangsa ini. bangsa ini dasarnya sangat dikenal sebagai bangsa yang penuh dengan kebijakan dan selalu melakukan musyawarah dalam menyelesaikan semua masalah dan agenda yang akan dilakukan. Tidak ada semangat untuk sok jago, sok tahu dan sok kuasa. Keputusan diambil dengan lebih mengedepankan kepentingan bangsa dan Negara dan menomor dua kan kepentingan pribadi dan golongan. Apapun keputusan yang telah disepakati akan dilaksanakan oleh semua pihak sebagai keputusan bersama walaupun awalnya ada perbedaan. Selain itu setiao keputusan yang diambil juga harus dapat dipertanggung jawabkan kepada Tuhan yang Maha Esa. Read more…

, , , , ,

Jan
22

Notonogoro.com

Kafir Pancasila yang ketiga adalah perpecahan Indonesia. Pada era reformasi ini semanngat demokrasi benar-benar besar dan sangat liar sekali. Apapun yang dinilai tidak sejalan dengan demokrasi langsung diganti. Dengan kata lain semua harus sesuai dengan kitab suci demokrasi. Semua dilakukan dengan penuh euphoria. Tidak ada kajian yang mendalam. Yang penting demokrasi dan demokrasi. Maka tidak heran jika Negara ini mendapat sebutan Negara yang paling cepat menerapkan demokrasi. Memang secara substansi apa yang dilakukan adalah benar. Tetapi masalahny adalah tidak ad kajian dan grand design untuk melakukan reformasi atau demokratisasi ini. apa yang ada dikepala langsung saja diwujudkan. Apa hasilnya? Ya kita lihat dan rasakan saja yang ada sekarang ini. Read more…

, , , , ,